Kisah : Aku Harus Sembuh Dari Sakit Jantung Ini !

Kisah : Aku Harus Sembuh Dari Sakit Jantung Ini !

 

Kita sering melihat di film-film dan sinetron yang mana serangan jantung digambarkan dengan tangan memegangi dada dan mata mendelik serta sesak nafas dan akhirnya pingsan. Faktanya serangan jantung bisa jadi tanpa di iikuti rasa sakit di dada dan adakalanya rasa sakit itu tidak mengikuti pola tertentu.

Simak kisah berikut ini serangan jantung yang dialami Heru Budiono (39), seorang yang sehari-harinya bekerja di sebuah perusahaan kontraktor yang memiliki hobi futsal ini. Berikut pengalamannya :

Awalnya saya kaget dan tidak percaya diusia saya yang masih terbilang masih muda sudah divonis menderita penyakit jantung koroner. Keadaan itu membuatku terkejut dan frustrasi. Penyesalan selalu datang terlambat, tapi saya berusaha memperbaiki keadaan.

Setiap hari Minggu, saya dan istri selalu menyempatkan diri untuk berjalan-jalan, entah itu untuk makan malam atau membeli kebutuhan sehari-hari. Ketika kami keluar, kami selalu menyempatkan untuk makan di restoran. Istri saya suka sekali makanan pedas dengan bumbu krispi. Sedangkan saya suka ayam, dengan taburan wijen dan saus lada hitam. Akhirnya, kami selalu memilih restoran cepat saji. Di sana, istri saya selalu memesan makanan pedas dan soft drink, sedangkan saya memesan ayam wijen lada hitam dan air putih.

Saya ingat benar, waktu itu tanggal 26 November, saya mengajak istri saya jalan-jalan seperti biasa. Kami melihat baju, membeli piring dan gelas, kemudian makan di restoran langganan. Saya menyantap makanan seperti biasa. Tidak ada tanda-tanda sakit sedikit pun wakitu itu. Badan saya sehat bugar. Namun, setengah perjalanan makan, saya merasakan nyeri luar biasa di sekujur lengan kiri. Saya berhenti makan dan bersandar di tempat duduk. Istri saya memberikan minum, tapi nyeri di lengan kiri tidak kunjung membaik. Nyeri itu malah menjalar di sekitar dada kiri sampai membuat dada saya terasa ditekan benda berat. Tiba-tiba saja, napas saya kembang kempis. Tenggorokan seperti tercekat. Sakitnya bukan main. Saya meminta untuk pulang. Istri saya pun yang akhirnya menyetir mobil.

“Mau ke mana, Ma?” tanya saya penasaran, sambil mengamati jalan di depan dengan memegang dada saya yang nyeri.

“Papa harus ke dokter. Mama takut papa kena serangan jantung,” ucapnya panik.

Istri saya menyetir dengan kecepatan lebih tinggi dari biasanya. Saya menolak untuk dibawa ke dokter. Saya yakin nyeri dada ini bukan karena penyakit jantung. Saya selalu olah raga, tidak pernah merokok, dan minum alkohol. Pasti hanya masuk angin saja.

“Sudah, Ma, pulang saja!” kata saya bersikeras.

Namun, istri saya tetap kukuh pada pendapatnya. Dia tetap membawa saya ke dokter. Bila sudah yakin, istri saya memang sulit diubah. Daripada terjadi perdebatan, saya pun menurutinya saja. Dengan penglihatan yang sedikit buram, saya bisa melihat kening istri saya berkerut. Namun, saya tidak bisa mengatakan apa-apa lagi dan hanya memegang jantung saya yang berdebar kencang.

Selama perjalanan ke rumah sakit, saya mendapati seluruh tubuh banjir keringat. Keringat yang membanjiri tubuh saya sangat dingin. Bahkan, lebih dingin daripada ketika saya terserang demam. Rasa mual berlanjut dengan nyeri dada. Dada saya terasa panas dan tertekan benda berat. Karena dada saya seperti ditekan, rasanya saya mengalami kesulitan bernapas. Saya menduga akan mati di usia saya yang masih 33 tahun karena merasakan rasa sakit yang menjalar di tubuh. Nyeri dada tersebut merambat sampai ke lengan kiri dan rusuk.

Saya memohon agar Tuhan tidak memberikan saya penyakit jantung saat itu. Saya tidak rela melepaskan istri saya. Jika saya mati saat ini, istri saya bisa menikah lagi dengan lelaki lain.

Setelah sampai ke rumah sakit, istri saya langsung membuka pintu mobil untuk memapah saya keluar. Di luar, petugas medis membantu kami. Seorang suster membimbing kami untuk menemui dokter jaga. Beruntung, saya langsung ditolong dokter jaga. Saya diberi selang di hidung untuk membantu pernapasan. Dokter memeriksa dada saya dengan teliti menggunakan stetoskop. Setelah itu, dokter memberikan isyarat pada suster untuk membawa saya di ruang khusus pemeriksaan jantung. Saya bisa melihat grafik jantung naik turun di layar. Itu jantung saya. Detak jantung saya tidak stabil. Setelah melakukan pengecekan ini-itu, dokter pun menyimpulkan bahwa saya menderita penyakit jantung koroner.

Awal Baru Sebagai Penderita Jantung Koroner

Vonis dokter membuat hidup saya kacau. Dokter mengatakan ada pembuluh darah jantung yang mengalami penyempitan. Hal itu mengakibatkan kebutuhan oksigen ke otot jantung tidak terpenuhi. Denyut jantung yang berkontraksi kuat seperti yang saya rasakan kemarin diakibatkan oleh menegangnya ventrikel. Karena ventrikel menegang, ketersediaan oksigen pun terganggu.

Penyakit jantung koroner yang saya derita diakibatkan karena adanya timbunan atau plak yang mengandung lipoprotein, kolesterol, sisa-sisa jaringan, dan terbentuk kalsium di intima. Dokter menanyakan beberapa pertanyaan kepada saya.

“Apakah Anda merokok setiap hari?” kata dokter.

Saya menggeleng sambil menjawab “tidak” dengan lemah.

“Apa Anda meminum alkohol?”

Saya menggeleng. Saya tidak pernah meminum alkohol.

Dokter mencatat sesuatu di dalam map berwarna biru gelap yang ada di tangannya.

“Apa Anda sering meminum kopi dan memakan makanan instan?”

Saya mengatakan sering meminum kopi setiap istirahat kerja padanya. Makanan instan yang sering saya makan adalah ayam lada hitam dari restoran cepat saji. Dokter mencatat lagi, lalu memberikan saya wejangan.

Plak yang menyebabkan pembuluh darah jantung saya menyempit disebabkan karena kekurangan oksigen dan zat gizi sehingga menyebabkan infark. Penyakit ini juga ditimbulkan karena kolesterol yang tinggi. Orang dewasa yang merokok, sering memakan makanan berlemak seperti gorengan, meminum alkohol, dan kopi berisiko menderita penyakit jantung koroner lebih tinggi karena kadar kolesterol jahat atau LDL yang tinggi di dalam darah.

“Sebaiknya mulai sekarang, Bapak menghentikan kebiasaan meminum kopi dan kebiasaan memakan makanan instan. Kafein pada kopi dan lemak yang ada pada ayam lada hitam tidak baik untuk kesehatan pembuluh darah jantung. Jika Bapak terus mengonsumsi kopi dan ayam lada hitam terus-menerus, pembuluh darah menyempit akan tertutup seutuhnya. Kondisi tersebut mengakibatkan serangan jantung. Darah yang membawa oksigen ke jaringan dinding jantung akan terhenti. Jika darah yang membawa oksigen ke jantung terhenti, Bapak pasti tahu apa akibatnya,” ucap dokter dengan tersenyum.

Pikiran saya pun langsung melayang ke istri saya. Istri saya sudah mengandung satu bulan. Saya tidak akan membiarkan anak saya lahir tanpa ayah. Saya memang sangat terpukul, tapi saya tidak boleh bersedih terlalu lama. Saya harus sembuh, apa pun caranya. Setelah dokter mengatakan saya harus menebus obat, saya pun keluar dari ruang pemeriksaan.

Setelah keluar dari ruang pemeriksaan tadi, seorang perawat mengantar saya untuk menebus obat jantung. Saat akan ke loket, saya bertemu dengan istri saya yang sedang menunggu dengan cemas. Saya tersenyum padanya dan mengatakan semua baik-baik saja. Saya belai lembut perutnya. Istri saya tidak boleh tahu bila saya menderita penyakit jantung sebelum dia melahirkan, tekad saya dalam hati.

“Bapak Heru Budianto,” panggil petugas loket obat yang bersebelahan dengan meja resepsionis.

Saya segera datang ke sana untuk menebus obat. Ada banyak obat dan kapsul yang diberikan. Melihatnya saja, saya sudah bergidik ngeri. Sejak saya divonis dokter mengidap sakit jantung koroner, saya mulai mengubah hidup saya. Setiap jam istirahat kantor, saya menolak dengan halus ajakan teman untuk minum kopi. Saya bertekad untuk mulai hidup sehat. Saya menyarankan istri saya untuk mengonsumsi oatmeal yang baik untuk jantung. Saya menghindari rokok dan asap rokok. Saya memilih jalan kaki setiap hari minggu dan mengurangi makanan cepat saji. Kesehatan sangat berarti ketika sudah terserang penyakit. Saya harus tetap hidup dan sehat karena istri dan calon anak saya. Saya berjanji pada diri sendiri agar tetap sehat supaya bisa melihat orang yang saya cintai sampai tua nanti.

Oleh sebab itu mulai sekarang kita wajib WASPADA atas bahaya penyakit pembunuh nomor 1 ini, apabila anda mengalami gejala seperti Nyeri Dada, Sesak Nafas / Nafas Terasa Pendek, Jantung Berdebar, Mudah Capek, Pusing, Mual, Berkeringat Dingin, Lengan / Kaki Sering Terasa Kesemutan/Kebas/Nyeri bisa jadi anda mengalami sakit jantung.

Untuk Pencegahan dan pengobatannya menkonsumsi ICP CAPSULE yang sudah teruji klinis dan terbukti AMPUH mengobati penyakit jantung dan stroke.

Dengan Mengkonsumsi ICP Capsule Secara Rutin Anda Terbebas Dari Penyakit Jantung Koroner, Stroke, Kolestrol, Hipertensi.

Fungsi ICP Capsule Membersihkankan/ Mengikis Plak/Lemak Yang Tertimbun Dipembuluh Darah Penyebab Penyumbatan.

ICP CAPSULE Herbal Alami Tanpa Efek Samping & Telah Teruji Secara Klinis Dapat Mengobati Nyeri Dada Akibat Jantung , Penyakit Jantung Koroner, Penyumbatan Pembuluh Darah , Penyempitan Pembuluh Darah Kolestrol, Stroke, Hipertensi dan Penyakit Vaskular lainnya.

Untuk Pemesanan / Konsultasi
Telephone/ SMS / WhatsApp : 0813.3681.7500
BBM : 59D77743

Atau kunjungi halaman utama website ini  : http://www.icpcapsule.co.id/

Incoming search terms:

  • pengalaman sembuh dari penyakit jantung
  • cerpen sedih tentang penyakit jantung
  • cerpen sakit jantung
  • cerita penderita penyakit jantung
  • pengalaman sakit jantung
  • cerita sedih penyakit jantung
  • kisah nyata sembuh dari penyakit jantung
  • cerita sakit jantung
  • pengalaman sembuh dari jantung bengkak
  • cerpen penderita jantung

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *